Pujo Ingin Kalahkan Diri Sendiri Dulu


KALAHKAN diri sendiri dulu, baru mengalahkan orang lain. Bagaimana bisa mengalahkan orang lain, jika belum mampu mengalahkan diri sendiri.

Itulah filosofi atlet pelatda pencak silat, Pujo Janoko saat ditanya tentang kiat meraih prestasi di cabang olahraga bela diri tersebut.


Tentu filosofi itu maknanya sangat dalam, terutama untuk memacu tekad meraih prestasi. Menurut pria kelahiran Cirebon, 9 September 1981 ini, usaha melawan segala halangan dan rintangan berawal dari diri sendiri. Seperti rasa malas, capek, dan takut pada kondisi alam tertentu.

"Biasanya kita sering kalah oleh keadaan hingga mengganggu program latihan. Itu semua harus dilawan. Kalau kita berhasil melawan rintangan tersebut, tentu program latihan apa pun akan terlaksana dengan baik. Pada gilirannya berpengaruh juga pada keberhasilan saat pertandingan," ungkapnya.

Pujo menekuni pencak silat sejak SMP (1994) dan kini ia menjadi andalan Jabar mendulang medali emas.

Lajang yang juga berguru di Perguruan Pajajaran Nasional Cirebon ini, sudah beberapa kali menyumbang medali emas, perak, dan perunggu, mulai dari Porda Jabar, PON hingga SEA Games.

Lulus SMA, untuk pertama kali Pujo turun pada Porda 2003/Indramayu dan gagal mempersembahkan medali. Namun ia kemudian lebih giat lagi berlatih. Tiga tahun berikutnya, yakni Porda 2006/ Karawang, Pujo berhasil mempersembahkan emas pertamanya.

Setelah itu, ia mengikuti Seleknas untuk Kejuaraan Singapura Open 2007 dan meraih perak. Berikutnya di SEA Games 2007/Thailand, Pujo meraih dan perak pada SEA Games 2009/Laos. Sedangkan di PON 2008, yakni PON pertama yang diikutinya, Pujo mempersembahkan medali emas.

"Untuk SEA Games 2011/Indonesia, saya menyesal tidak bisa turun, karena cedera kaki sampai tidak bisa jalan," katanya.

Menjelang PON 2012 Riau, Pujo bertekad mempersembahkan emas. Bersama rekan-rekannya, saat ini ia fokus latihan, baik fisik, teknik maupun mental, sesuai program sentralisasi KONI Jabar di lingkungan GOR Pajajaran.

"Latihannya sehari tiga kali, pagi, siang, dan sore. Khusus latihan siang, fokusnya teknik individu," ujarnya.

Menyinggung soal olahraga yang digelutinya, Pujo mengaku tertarik karena pencak silat merupakan seni budaya asli bangsa yang tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi pencak silat tidak sekadar untuk kebugaran, melainkan olahraga prestasi.

Pujo pun mengingatkan, pencak silat bukan untuk gagah-gagahan. Ia bahkan mengaku termasuk yang takut berkelahi. "Cuma pelatih saya bilang, secara anatomi saya termasuk punya potensi untuk menekuni olahraga ini," pungkas atlet berpembawaan kalem ini.
Share this article :

Posting Komentar

Dear Sahabat Silahkan berikan komentar anda pada berita / artikel yang kami tampilakan, tidak lupa kami mengucapkan terimakasih atas kunjungannya.

 
Support Silat Indonesia Community | SilatBogor Indonesia
Copyright © 2011. SilatBogor - All Rights Reserved
Template Created by SilatBogor Published by Silat Community
Proudly powered by Blogger